Friday, March 13, 2015

Pre Menstrual Syndrome (PMS)



PMS adalah sekumpulan gejala berupa gangguan fisik & mental, dialami 7-10 hari menjelang menstruasi dan menghilang beberapa hari setelah menstruasi. Keluhan yang dialami bisa bervariasi dari bulan ke bulan, bisa menjadi lebih ringan ataupun lebih berat dan berupa gangguan mental (mudah tersinggung, sensitif) maupun gangguan fisik. Diperkirakan kurang lebih 85% wanita usia produktif antara usia 25-35 tahun mengalami satu atau lebih gejala dari PMS.

Apa yang menyebabkan seorang wanita mengalami PMS belum dapat diketahui secara pasti. Banyak dugaan bahwa PMS terjadi akibat kombinasi dari berbagai faktor yang kompleks dimana salah satunya adalah akibat perubahan hormonal yang terjadi sebelum menstruasi. Terjadi penurunan kadar hormon estrogen setelah ovulasi yang mempengaruhi neurotransmitter di otak terutama serotonin. Serotonin memegang peranan dalam regulasi emosi. Meskipun demikian, diduga interaksi kompleks antara hormon estrogen, progesterone dan serotonin dengan PMS masih perlu diteliti lebih lanjut.

Gangguan metabolisme dan pola hidup yang tidak sehat (terutama faktor nutrisi) juga mungkin turut berperan dalam menyebabkan PMS. Diduga terjadi gangguan metabolisme prostaglandin akibat kurangnya gamma linolenic acid (GLA). Fungsi prostaglandin adalah untuk mengatur sistem reproduksi (mengatur efek hormon estrogen, progesterone), sistem saraf (mengatur kerja neurotransmitter) dan sebagai anti peradangan. Selain gangguan metabolisme, pola nutrisi yang tidak seimbang berupa diet tinggi lemak, tinggi garam & gula, rendah vitamin & mineral, sedikit serat dapat menimbulkan PMS. Konsumsi kafein (terdapat dalam kopi, teh) serta alkohol yang berlebihan dapat memperberat gejala yang ada.

Terdapat kurang lebih 200 gejala yang dihubungkan dengan PMS namun gejala yang paling sering ditemukan adalah iritabilitas (mudah tersinggung) dan disforia (perasaan sedih). Gejala mulai dirasakan 7-10 hari menjelang menstruasi berupa gejala fisik maupun psikis yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan menghilang setelah menstruasi.
Gejala fisik antara lain :
⚫Kelemahan umum (lekas letih, pegal, linu)
⚫Acne (jerawat)
⚫Nyeri pada kepala, punggung, perut bagian bawah
⚫Nyeri pada payudara
⚫Gangguan saluran cerna misalnya rasa penuh/kembung, mual, konstipasi, diare
⚫Perubahan nafsu makan, sering merasa lapar (food cravings)

Gejala mental antara lain :
Mood menjadi labil (mood swings), iritabilitas (mudah tersinggung), depresi, ansietas (berdebar-debar dan berkeringat, Gangguan konsentrasiInsomnia (sulit tidur).

Ada 3 (tiga) elemen penting yang menjadi dasar diagnosa apakah seorang wanita mengalami PMS yaitu jika ditemukan :
Gejala yang sesuai dengan gejala PMS
Dialami setiap siklus menstruasi (konsisten)
Menimbulkan gangguan dalam aktivitas sehari-hari

PMS harus dibedakan dengan perubahan yang biasa dirasakan sebelum menstruasi (simple pre menstrual symptoms) yang tidak menimbulkan gangguan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari misalnya rasa tegang pada payudara. Keadaan ini adalah ciri khas dari siklus ovulasi normal yang terjadi setiap bulan.
Sebaiknya seorang wanita yang diduga menderita PMS mencatat keluhan yang dirasakannya dalam sebuah diari yang disebut PMS diary atau catatan Sindroma Pra Haid.

Dengan adanya catatan tersebut dapat menegakkan diagnosa serta pengobatan. Tujuan dari pengobatan PMS adalah untuk mengurangi bahkan menghilangkan gejala yang ada, mengurangi akibat yang timbul dari PMS dalam aktivitas sehari-hari maupun hubungan interpersonal, serta mengusahakan agar efek samping minimal dari terapi yang diberikan.

Anda dapat mencoba beberapa tips di bawah ini untuk mengurangi gejala PMS, antara lain :
Pola nutrisi yang sehat (rendah lemak dan garam, tinggi protein, vitamin dan mineral). 
Perbanyak porsi buah-buahan, sayur mayur, gandum yang tinggi serat. Jika diperlukan, dapat ditambahkan makanan kesehatan (food supplement) yang berupa multivitamin seperti kalsium yang dapat mengurangi rasa kram, Vitamin E untuk mengurangi rasa nyeri pada payudara, keletihan dan insomnia serta Vitamin B6 untuk mengatasi keletihan, iritabilitas dan mood swings.

Hindari makanan dengan kadar garam tinggi, makanan manis, kafein, alkoholSelalu melakukan olahraga rutinTidur cukup minimal 8 jam/hariHindari rokokHindari stress berkepanjanganTerapi relaksasi (hipnoterapi, terapi warna, meditasi, aromaterapi dsb)
Namun apabila gejala tersebut terus menetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari, kami menyarankan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan wawancara secara menyeluruh dan melakukan pemeriksaan fisik secara lengkap.

Sumber: klikdokter.com
-----------------------------------------------------------------



Untuk meringankan dan bahkan menyembuhkan PMS, Bubu merekomendasikan untuk mengkonsumsi Supergreen Food yang kaya akan vitamin B komplex, vitamin E, dan flavanoid untuk meringankan PMS. Dan juga mengganti pembalut biasa Anda ke Natesh Herbal Sanitary Pad yang mengandung FIR dan Anion yang berfungsi untuk menenangkan tubuh, mengurangi rasa sakit, dan juga membuat tidur lebih nyenyak.
Untuk pemesanan, silakan klik link berikut :


Atau, menghubungi salah satu kontak di bawah ini :
Line: bubuzikra
Whatsapp: 085888646460

Salam,

Bubu

Fanspage

Instagram : @tokonya.bubu
Google+ : +tokonyabubu17

Saturday, March 7, 2015

Hari Wanita Sedunia - Memberdayakan Wanita, Bagaimana Kesehatannya?



Memberdayakan Wanita, Bagaimana Kesehatannya?

Hari wanita sedunia dirayakan setiap tanggal 8 Maret sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan kaum wanita. Untuk tahun ini, difokuskan pada pemberdayaan wanita, dan pemberdayaan kemanusiaan yang mencakup politik, pendidikan, pendapatan dan anti diskriminasi.

Wanita memang masih memiliki akses yang terbatas di beberapa bidang, misalnya saja pendapatan. Pendapatan perkapita orang indonesia tahun 2014 sekitar Rp 37juta/tahun, termasuk di dalamnya ada juga wanita yang berpenghasilan. Jumlah wanita bekerja di indonesia sekitar 47,91%, hal ini bisa menjadi potensi yang baik untuk peningkatan kesejahteraan keluarga. Jumlah penduduk wanita di Indonesia tahun 2014 sekitar 123,8 juta jiwa. Potensi ini juga yang bisa dikembangkan demi peningkatan kesejahteraan disisi manapun baik untuk wanita itu sendiri, maupun keluarganya.

Seiring peningkatan kesejahteraan dan peran wanita di segala bidang, disisi lain bidang kesehatan, masalah kesehatan wanita juga semakin beragam dan beresiko. Penyakit berat pun semakin banyak muncul menghantui para wanita, terutama yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi seperti kanker serviks, kanker payudara, kanker ovarium dan sebagainya.

Menurut harian online Lensa Indonesia, kasus kanker tertinggi pada wanita ada di negara asia, termasuk indonesia. Data dari Globocan pada tahun 2012 berkisar 80 % kasus kanker serviks saat ini ada di negara dunia ke tiga atau negara berkembang, sedangkan kasus kanker serviks di Indonesia diperkirakan 53 juta perempuan berisiko mengidap kanker serviks.
Kanker serviks memang disebut sebagai penyakit pembunuh wanita no.1 di Indonesia. Pelabelan tersebut tidak berlebihan karena tiap hari dari 40 wanita yang terdiagnosa menderita kanker serviks, 20 perempuan diantaranya meninggal dunia.

Untuk itu, Perhatian terhadap peran dan kesejahteraan wanita tidak boleh mengabaikan asfek kesehatan terutama kesehatan reproduksi seperti kanker serviks. Ada beberapa tips untuk terhindari dari penyakit berbahaya ini, yaitu lakukan pola hidup sehat dengan pola makan sehat serta gizi seimbang, senantiasa menjaga higienitas organ intim, menggunakan celana dalam dengan bahan yang mudah menyerap keringat, menggunakan pembalut yang higienis, bebas bahan kimia berbahaya seperti Dioksin dan dibuat bukan dari bahan daur ulang.

Selain itu istirahat/tidur yang cuku, hindari stress, tidak merokok, tidak gonta-ganti pasangan, pemilihan alat kontrasepsi yang berganti sesuai petunjuk dokter. Dengan begitu, wanita akan semakin sehat dan mampu memberdayakan lingkungannya dengan optimal. 

Selamat hari wanita sedunia!

Sumber data jumlah kanker : http://www.lensaindonesia.com
Sumber artikel: mausehat.com
-------------------------------------------------------------------

Bagaimana dengan aspek kesehatan wanita?

Kesehatan memang aspek yang tidak bisa di abaikan, apalagi seperti kanker serviks dan masalah kewanitaan lainnya menjadi momok tersendiri bagi kaum wanita. Untuk itu penting peningkatan pengetahuan wanita terkait masalah tersebut dan tentunya bagaimana mengupayakan agar wanita dapat menerapkan pola hidup sehat serta perawatan organ kewanitaan untuk mencegah munculnya masalah-masalah organ kewanitaan.

Saatnya untuk menggunakan pembalut yang aman seperti Natesh yang higienis dan mengandung bahan-bahan bermanfaat bagi kesehatan organ intim wanita seperti magnet, nano silver, herbal dll.

Informasi lebih lanjut dan pemesanan :
Line/Whatsapp: 085888646460

Friday, March 6, 2015

Perlukah Sabun Khusus Kewanitaan?

Bagi semua wanita, organ kewanitaan mereka adalah aset terbesar untuk kualitas hidup. Organ kewanitaan yang terjaga kebersihannya akan membuat diri merasa nyaman dan percaya diri. Apalagi untuk yang sudah bersuami, hal ini tentu harus sangat diperhatikan. Banyak yang percaya bahwa organ kewanitaan yang dijaga dengan baik akan menghasilkan keturunan yang baik pula.

Salah satu cara untuk menjaga kebersihan organ kewanitaan adalah dengan membersihkannya dengan sabun kewanitaan. Namun, apakah sabun yang diklaim memiliki pH yang seimbang dengan pH alami vagina ini betul-betul aman untuk everyday use? Ternyata tidak!

Organ wanita yang satu ini sangat spesial, karena memiliki sistem pembersihan sendiri dan mampu menjaga bakteri baik sendiri tanpa bantuan eksternal. Penggunaan sabun kewanitaan akan membunuh semua bakteri yang ada pada organ tersebut tanpa pandang bulu. Simpelnya, seperti yang dijelaskan dalam beautysolutions87.com yang namanya sabun ya konsepnya membersihkan saja dan tidak memiliki semacam sensor untuk memilah-milih mana bakteri baik mana bakteri jahat.

Penggunaan sabun kewanitaan setiap hari sangat tidak dianjurkan oleh para ahli. Hal ini dapat menggangu ekosistem di sekitar organ itu sendiri. Konsentrasi basa akan berubah dan dapat mengundang bakteri jahat masuk ke dalam.
Cara yang paling aman untuk menjaga kebersihan daerah kewanitaan adalah hanya dengan membilasnya dengan air bersih lalu keringkan dulu sebelum memakai celana dalam. Dengan begini, kekeringan organ akan tetap terjaga. 

Sumber: vemale.com
-------------------------------------------------------------------

Keputihan menjelang menstruasi?
Jangan pakai sabun khusus kewanitaan untuk membersihkannya ya, Ladies.


Pakai saja pantyliner herbal Natesh. Pantyliner Natesh.



Natesh Herbal Pantyliner mengandung 

nano silver dengan teknologi nano serta jaminan sertifikat. Teknologi dengan ukuran partikel 1/semilyar, lebih kecil dari ukuran mikroorganisme (bakteri dan virus) dan telah dipatenkan USA, membuat daya bunuh mikroorganisme yang berbahaya lebih efektif dan efisien. Penggunaan silver pada tekhnologi nano bertujuan sebagai antibiotik dan anti virus alami dengan rentang yang luas dan kuat, aman, tidak menimbulkan alergi.




Berminat?
Yuk berbelanja Natesh Herbal Sanitary Pantyliner with Magnetic di Tokonya Bubu via Carousell :


Testimoni customer Tokonya Bubu yang setia menggunakan Pembalut & Pantyliner Herbal Natesh :